Senin, 07 Februari 2011

Persami

Tema : Petualangan dan Pendidikan

Hari Sabtu, tanggal 06 oktober 2010, aku dan siswa kelas sepuluh lainnya mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu Malam Minggu ( Persami ). Kegiatan Persami tersebut dilaksanakan di lapangan Dusun Sengon Desa Kebontunggul. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peneriman tamu penegak.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, aku dan teman-teman bersiap untuk berangkat. Setelah itu, kami berkumpul di Aula untuk diberi pengarahan dan absensi. Kami berangkat ke bumi perkemahan pukul 13.00 dengan berjalan kaki ( hiking ). Huuuh, sebenarnya capek juga siang-siang berjalan kaki dari sekolah ke tempat perkemahan. Tetapi rasa capek itu seolah tidak terasa, karena sepanjang perjalanan aku dan teman-teman terus menerus bergurau.
Sesampainya di tempat perkemahan, kami langsung menyerbu galon air minum yang sudah disediakan Panitia. Aah... segar sekali rasanya ketika air itu membasahi kerongkongan yang sudah kering. Sambil menunggu peserta lain tiba, kami melakukan kegiatan Outbond. Setalah semua peserta terkumpul, kami melakukan Upacara pembukaan Persami yang dipimpin oleh kakak Pembina Pramuka. Upacara tersebut berlangsung dengan sangat khidmat.
Selesai Upacara, kami melakukan permainan dengan dipandu oleh kakak-kakak senior. Permainan tersebut bukan sembarang permainan, tetapi permainan yang membutuhkan kerjasama tim dan konsentrasi, misalnya : Estafet hula hup, permainan ini membutuhkan kerjasama tim. Semua peserta larut dalam suasana kegembiraan. Setelah melakukan permainan, kami diberi waktu untuk istirahat dan bersih diri.
Malam harinya, acara diisi dengan penyampaian materi dan renungan. Semua peserta memperhatikan presentasi dari pembina dengan seksama. Jika ada siswa yang tidak memperhatikan, dia akan diberi hukuman. Hukumannya adalah siswa tersebut disuruh untuk minum kopi. Eitss, jangan salah, kopi ini bukan sembarang kopi, tapi kopi yang dicampur garam. Jadi rasanya asin banget.
Tapi sayang, malam itu tidak ada api unggun, sehingga perkemahan itu serasa kurang meriah. Mungkin hal itu dikarenakan saat itu sedang musim hujan, atau bisa juga karena masalah lain. Pukul 24.00, semua siswa diperintahkan untuk tidur. Siswa putra tidur di tenda, sedangkan siswa putri tidur di Balai Desa dekat lapangan. Sebenarnya, waktu itu aku tidak bisa tidur. Disamping karena suasana dalam tenda yang pengap, juga karena suara ribut dari anak lain yang sedang ngobrol. Tapi, lama-lama aku ketiduran juga, mungkin karena kecapekan
Pukul 04.00 kami sudah dibangunkan kakak-kakak senior. Kami disuruh untuk bersih diri dan sholat. Setelah sholat, kami mengganti pakaian Pramuka dengan baju olahraga untuk melakukan senam Pramuka. Semua peserta berbaris di lapangan dengan rapi. Begitu musik dimainkan, semua peserta dengan semangat meniru gerakan dari pemandu, meskipun ada beberapa anak yang terlihat masih mengantuk, termasuk aku.
Setelah senam, kami kembali berganti seragam Pramuka. Kami lalu dikumpulkan kembali untuk mendapat jatah sarapan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Bhaksos alias Bhakti Sosial. Siswa putra membersihkan lapangan, sedangakan siswa putri membersihkan Balai Desa. Semua siswa melakukannya dengan senang hati, ada yang menyapu, ada yang mencabuti rumput dan ada juga yang memunguti sampah yang berserakan. Selain itu, kami juga menanam bibit-bibit pohon di sekitar lapangan sebagai upaya Penghijauan.
Kami kemudian membereskan perlengkapan kami untuk persiapan pulang. Kami lalu berbaris lagi di lapangan umtuk melakukan Upacara Penutupan. Dalam Upacara itu, ada beberapa anak yang dihukum karena melanggar peraturan Persami. Mereka dihukum berjalan jongkok keliling lapangan beberapa kali.
Selesai Upacara, kami kembali ke sekolah, lagi-lagi dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan kembali ke sekolah, aku dan teman-teman tak henti-hentinya bersenda gurau. Kami terus menerus tertawa. Kami tiba disekolah sekitar pukul 13.30. Kami kemudian pulang kembali ke rumah masing-masing. Itulah sedikit kisahku tentang pengalaman Persamiku.

0 komentar:

Poskan Komentar